Baca Juga
Wisata
di Pontianak Terkeren Wajib
Dikunjungi
Wisata di
Pontianak Terkeren Wajib
Dikunjungi – Kota Pontianak adalah salah satu kota terbesar
di Kalimantan. Ibukota provinsi Kalimantan Barat ini terkenal dengan garis
khatulistiwanya. Pontianak juga terkenal dengan wisata kulinernya yang sangat
beragam dan sedap di lidah. Wisata kotanya juga tak kalah menarik, ada banyak
destinasi yang bisa kamu singgahi jika sedang berwisata ke Pontianak. Ini dia delapan di antanranya!
1. Taman
Alun-alun Kapuas
Seperti kota lainnya, Pontianak juga memiliki taman kota. Namun yang unik,
taman kota Pontianak yang diberi nama Taman Alun-alun Kapuas ini berada tepat
di tepi Sungai Kapuas. Sungai terpanjang di Indonesia ini memang merupakan
denyut nadi masyarakat Pontianak, sehingga tidak bisa terpisahkan dari
aktivitas mereka sehari-hari. Sungai Kapuas merupakan jalur transportasi utama
penduduk di sekitarnya. Sehingga keberadaan taman ini di tepi sungai dapat
menjadi tempat peristirahatan yang nyaman di tengah lalu lalang kegiatan para
penduduk.
Taman ini juga berada di dekat kantor walikota, tepat di pusat pemerintahan
Pontianak. Selain merupakan tempat bersantai dengan tempat duduk yang banyak,
taman seluas 3 hektar ini juga memiliki replika Tugu Khatulistiwa di salah satu
sudutnya. Taman ini tidak pernah sepi pengunjung, terutama pada waktu sore
hingga malam hari. Ada banyak penduduk lokal dan wisatawan yang menjadikan
taman ini sebagai tempat rekreasi dan menikmati suasana di tepi Sungai Kapuas.
2. Tugu
Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa adalah tugu kebanggaan masyarakat Pontianak karena tugu
ini hanya terdapat di Pontianak. Terletak 3 km dari pusat kota, tugu ini
terletak persis di titik 0 derajat garis lintang bumi. Di dekat tugu
khatulistiwa ini terdapat sebuah museum yang berisi informasi mengenai garis
khatulistiwa. Selain itu di sekitar tugu ada banyak toko yang menjual miniatur
tugu khatulistiwa. Jika ingin menyaksikan langsung fenomena matahari tepat
berada di atas garis khatulistiwa, maka kamu harus datang pada tanggal 21-23
Maret atau 21-23 September setiap tahunnya. Pada momen langka ini, sebutir
telur berdiri di titik 0 derajat bumi. Pengalaman unik seperti ini tentu tak
boleh dilewatkan.
3. Aloe Vera
Center
Aloe Vera Center adalah sebuah pusat budidaya tanaman lidah buaya.
Berlokasi di Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Pontianak Utara, tempat wisata
unik ini sangat direkomendasikan untuk dikunjungi keluarga. Beragam aktivitas
dan pengetahuan bisa didapatkan di sini. Ukuran lidah buaya yang dibudidayakan
di sini lebih besar daripada ukuran lidah buaya biasanya. Satu pelepahnya dapat
mencapai berat 1,2 kilogram. Tak hanya dibudidayakan, di Aloe Vera Center ini
lidah buaya juga diolah menjadi berbagai produk. Contohnya dodol, tepung,
permen, serta menjadi bahan pembuatan kosmetik. Sebagai oleh-oleh, pengunjung
dapat membeli berbagai olahan lidah buaya tersebut.
4. Rumah Betang
Radakng
Rumah Betang Radakng adalah replika rumah adat yang berlokasi di Jalan
Sultan Syahrir, Kota Baru, Pontianak. Rumah adat suku Dayak Kalimantan Barat
ini memiliki panjang 138 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 7 meter. Dengan
ukurannya tersebut, Rumah Betang Radakng dinobatkan sebagai rumah adat
terpanjang di Indonesia. Tak heran banyak wisatawan yang berdatangan ke sini
untuk menyaksikan langsung warisan budaya suku Dayak ini.
Bentuk rumah adat ini adalah rumah panggung panjang. Hal ini disesuaikan
dengan jumlah anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut. Pada zaman
dahulu, keluarga suku Dayak terbiasa hidup bersama semua anggota keluarga besar
dalam satu rumah. Rumah Betang Radakng buatan pemerintah ini dibangun dari kayu
ulin dan berhias lukisan serta ukiran khas Dayak. Pada waktu-waktu tertentu,
rumah adat ini digunakan sebagai tempat pertunjukan seni budaya di Kota Pontianak.
5. Keraton
Kadriah
Keraton Kadriah adalah
bangunan peninggalan Kesultanan Pontianak, yang dibangun pada masa pemerintahan
Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie tahun 1771. Keraton Kadriah berada di Jalan
Tritura, Pontianak, terbuat dari kayu belian, kayu khas Kalimantan yang sangat
kuat sehingga sering disebut sebagai kayu besi. Para pengunjung diperbolehkan
untuk melihat singgasana sultan dan permaisuri, pakaian sultan, benda-benda
koleksi sultan, dan foto peninggalan sang sultan di bagian dalam keraton ini.
Koleksi barang sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yang paling unik adalah
sebuah Al-Quran yang ditulis tangan oleh beliau sendiri. Bangunan
keraton yang berwarna kuning terang sangat indah memukau mata, sehingga cocok
dijadikan latar untuk berfoto. Di halaman keraton terdapat meriam kuno
peninggalan Jepang dan Portugis.
6.
Makam
Kesultanan Batulayang
Kompleks pemakaman ini dijadikan tempat wisata
karena merupakan tempat tujuh sultan Pontianak dan keluarganya dimakamkan.
Lokasinya sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Di bagian luar kompleks
pemakaman terdapat sebuah gundukan batu berwarna hijau yang disebut Batulayang.
Titik sentral pada kompleks pemakaman ini tentu saja adalah makam sultan Pontianak pertama, Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie. Makam ini
berada dalam sebuah ruangan di tengah-tengah kompleks dengan bentuk menyerupai bunker kecil.
7.
Masjid
Jami Pontianak
Masjid terbesar di Kota Pontianak ini diberi nama Masjid Sultan Syarif
Abdurrahman. Arsitektur masjid ini cukup unik dengan konsep bangunan berupa
rumah panggung. Hal ini bertujuan untuk menghindari air banjir masuk ke dalam
masjid jika sungai Kapuas meluap. Atap
masjid bertingkat empat dan di bagian dalam masjid terdapat empat pilar utama
dari kayu belian dengan diameter 0,5 meter. Masjid yang terletak sekitar 200
meter dari Keraton Kadriah ini dapat menampung 1.500 orang jamaah.
8.
Museum
Kalimantan Barat
Museum Kalimantan Barat disebut juga sebagai Museum Negeri Pontianak.
Berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani, Pontianak, museum ini menyimpan cerita
sejarah Kalimantan Barat. Museum ini berisi benda-benda kuno dari zaman pra-sejarah, kesultanan,
hingga kebudayaan Cina. Beberapa benda koleksi museum ini antara lain artefak
hasil temuan di Kalimantan barat, kerajinan seni dan budaya suku Dayak, koleksi
benda kerajaan, sampai koleksi keramik dari Cina. Tak heran karena Pontianak memiliki penduduk dengan keberagaman
suku yang tinggi. Mulai dari Melayu, Dayak, Jawa, dan bahkan etnis Tionghoa.
Itulah wisata di Pontianak terkeren wajib
dikunjungi. Ternyata berwisata ke Pontianak sungguh mengasyikkan. Ada banyak destinasi
wisata unik yang tidak bisa ditemui di kota lainnya di Indonesia. Jadi, jangan
tunda waktu. Yuk, kita berwisata ke Pontianak!



0 comments:
Post a Comment